Teknologi

Teknologi Pertanian Jepang yang Dinilai Hemat Air dan Tanpa Media Tanah

Teknologi Pertanian Jepang yang Dinilai Hemat Air dan Tanpa Media Tanah.  Pernahkah Anda membayangkan untuk bercocok tanam tetapi tanpa menggunakan tanah sebagai lahan pertanian dan tentunya bisa hemat air? Pastinya ketika membayangkan hal ini sungguh mustahil bukan? Nah, kini Anda harus mengenal suatu metode bercocok tanam yang menggunakan teknologi yang sangat canggih loh. Teknologi yang satu ini merupakan hasil penelitian dari para peneliti Jepang yang disebut dengan teknologi film farming.

Kira-kira teknologi film farming ini seperti apa ya? Jika Anda penasaran dengan metode bercocok tanam ini wajib banget untuk menyimak ulasan ini sampai akhir ya!

Baca Juga: Keuntungan Film Farming sebagai Teknologi Pertanian Jepang Masa Kini

Apa Itu Teknologi Film Farming?

Teknologi film farming merupakan suatu metode tanaman yang menggunakan film polimer sebagai tempat untuk menanam. Film polimer ini merupakan suatu lapisan transparan yang tipis dan terbuat dari polimer yang bisa larut air. Oleh karena itu, jika Anda menanam suatu tanaman dengan teknologi pertanian Jepang yang satu ini maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut akan terlihat dengan jelas. Mulai dari akarnya, daunnya, dan bagian-bagian tanaman yang lainnya.

Perlu Anda ketahui bahwa teknologi ini dicetuskan oleh seorang peneliti yang bernama Yuchi Mori di tahun 1995. Pada awalnya, ide dari teknologi film farming ini didapat dari pengalamannya ketika menggunakan teknologi polimer untuk keperluan medis. Nah, sejak saat itulah ia mulai berpikir untuk memanfaatkan teknologi ini pada industri pertanian.

Cara Kerja Film Farming

Setelah Anda mengetahui apa itu teknologi film farming pastinya sangat penasaran bukan cara kerjanya seperti apa? Anda tidak usah khawatir mengenai proses kerja dari teknologi film farming ini, karena proses penanamannya terbilang cukup mudah. Para petani hanya membutuhkan suatu permukaan datar yang digunakan untuk menempatkan film polimer sebagai medianya. Uniknya lagi, teknologi pertanian Jepang yang satu ini tidak membutuhkan media tanah. Maka dari itu, bagi Anda yang memang tertarik dengan dunia pertanian namun tidak memiliki lahan pertanian yang cukup luas, cocok sekali untuk memakai film farming sebagai alternatif lain.

Tentunya dengan adanya teknologi ini ada keuntungan tersendiri bagi para petani. Selain karena kondisi tanah saat ini mengalami penurunan kualitas yang pada akhirnya menyebabkan penggunaan pupuk secara berlebihan. Tidak hanya itu saja, keuntungan lain dari adanya teknologi ini yaitu dapat meminimalkan penggunaan air. Sehingga apabila musim kemarau telah tiba, para petani tidak usah khawatir lagi untuk bisa menghadapi musim tersebut.

Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan setiap bagian pada lapisan film polimer ini memiliki kegunaannya masing-masing. Misalnya, lapisan film polimer sebagai bagian utama dari teknologi film farming ini memiliki fungsi sebagai penutrisi yang akan diberikan kepada tanaman sesuai dengan kebutuhannya. Karena lapisan polimer ini bahan dasarnya terbuat dari hydrogel maka ia memiliki kemampuan untuk menyimpan air dan juga nutrisi yang bisa diserap melalui pori-pori yang sangat berukuran kecil yang terdapat di dalamnya. Bagaimana sangat canggih bukan teknologi pertanian Jepang ini?

Oleh karena itu, jika Anda tertarik untuk mengaplikasikan metode ini alangkah baiknya untuk memahami terlebih dahulu proses kerjanya seperti apa. Sehingga berbagai macam tanaman yang akan ditanam bisa menghasilkan produk yang maksimal dan memiliki kualitas yang terbaik.

Demikianlah ulasan mengenai teknologi pertanian Jepang yang dinilai hemat air dan tanpa menggunakan media tanah. Semoga bermanfaat!